Gardu Tiang Trafo(GTT) berlokasi dekat dengan konsumen, trafo dipasang pada tiang
listrik dan menyatu dengan jaringan listrik. Untuk mengamankan trafo dan
sistemnya, GTT dilengkapi dengan unit-unit pengaman yang ditempatkan pada
Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR)khususnya sistem pada PLN Distribusi Jatim. Trafo daya step down berfungsi untuk
menurunkan dari tegangan menengah 20kV ke tegangan rendah 380/200 V(referensi tegangan
trafo 400/231 V).

Untuk lokasi Gardu
Distribusi khususnya tipe Gardu Trafo (GTT) berdekatan langsung dengan daerah
pelayanan konsumen, selanjutnya GTT disalurkan ke konsumen melewati
jurusan-jurusan, dan untuk setiap unit GTT disalurkan empat jurusan.
Jaringan Tegangan
Menengah (JTM) atau Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20kV. Karena
tegangan masih tinggi belum dapat digunakan untuk mencatu beban secara
langsung, kecuali pada beban yang didesain khusus. Ditribusi primer merupakan
saluran yang akan mensuplay ke Gardu Tiang Trafo(GTT), unit peralatan yang
termasuk sisi primer, sbb:
·
Saluran sambungan
(jamper) dari SUTM ke unit trafo (Primer Trafo)
·
Cut Out (CO)
·
Ligthning Arrester
(LA)
·
Saluran masukan
1.
Saluran Sambungan dari
SUTM ke Unit Trafo
Besar arus sambungan
SUTM menuju ke saluran trafo distribusi sisi primer dihitung berdasarkan besar
kapasitas daya trafo terpasang.

1.
Cut Out
Cut Out berfungsi
untuk opersai dan sebagai unit trafo, cara kerjanya sebagai berikut:
·
Membuka dan
menutup saluran ke GTT, untuk mengoperasikan harus memakai tongkat khusus
(stick) dan prinsip kerjanya seperti sakelar
·
CO sebagai pengamanan
trafo atau GTT, karena unit CO dilengkapi dengan Fuse Link dan akan bekerja
atau putus apabila dilewatioleh arus listrik yang lebih besar dari kapasitasnya
·
Proses putusnya Fuse
Link, bias disebabkan karena:
o
SUTM terkena surja
petir dan merambat pada saluran masukan GTT.
o
Pada saat ada gangguan
hubung singkat pada saluran ke trafo atau pada unit trafonya.
o
Saluran pengahantar
dari SUTM ke CO memakai kabel jenis NYAF.
Besar kapasitas CO
tergantung dari besar Fuse Link, dan besar Fuse Link harus disesuaikan dengan
daya trafo, dan berfungsi sebagai pengaman(seperti pada fuse atau sekering).
Apabila terjadi gangguan pada unit trafo maka fuse link akan putus, dan bisa
diganti. Besar fuse link dari PLN adalah 3, 6, 10 A., karena disuaikan dengan
besar kapasitas Trafo Distribusi milik PLN.
Gambar Cut Out (CO) pada GTT
di Jl. Galunggung (depan SD Percobaan)
1.
Lightning Arrester
Lightning Arrester
(LA) digunakan untuk pengamanan SUTM terhadap gangguan tegangan lebih surja
petir, system pemasangan LA, sbb:
·
LA dipasang antara
SUTM dan CO
Apabila SUTM terkena
gangguan surja petir, maka arus gangguan akan diamankan LA dan selanjutnya
disalurkan ketanah.
·
LA dipasang setelah CO
Apabila SUTM tersambar
surja petir, maka arus gangguan akan diamankan CO lebih dan arus sisa gangguan
akan diamankan lebih lanjut oleh LA.
Gambar Ligthning Arrester
(LA) pada GTT di Jl. Galunggung (depan SD Percobaan)
1.
PHB-TR
Perlengkapan Hubung
Bagi jaringan distribusi tegangan rendah, PUIL mensyratkan sebagai berikut:
·
Pada jaringan
distribusi tegangan rendah, PHB-TR berfungsi sebagai titik pencabangan jaringan
dan sambungan pelayanan.
·
Instalasi PHB-TR pasangan
luar dan pasangan dalam harus memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan
lingkungan, persyaratan teknis elektris dan mekanis, serta harus dilindungi
dari kemungkinan kerusakan mekanis.
·
Pada setiap unit
PHB-TR harus mempunyai peralatan minimal;
o
Satu sakelar
masuk sirkit masuk
o
Satu proteksi arus
pada sirkit keluar atau kombinasi proteksi dan sakelar (MCB atau MCCB).
o
Arus minimal sakelar
masuk minimal sama besar dengan arus nominal penghantar masuk atau arus
maksimal beban penuh.
o
Besar arus yang mengalir
pada rel harus diperhitungkan sesuai kemampuan rel, temperature ruang dan kerja
tidak boleh melebihi 65 oC.
o
Pemasangan rel
telanjang harus sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan jarak 5 cm + 2/3
kV dari system tegangan nominal.
PHB-TR adalah suatu
perlengkapan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung dan
melindungi, serta membagi tenaga dari sumber tenaga listrik ke suatu beban atau
pemakai.
Untuk instrument ukur
indicator dan terminasi, PHB-TR diisyaratkan sebagai berikut:
·
Harus dipasang paling
sedikit instrument indikator dengan warna yang sesuai.
·
Panel PHB-TR utama
pada gardu distribusi (GTT) harus dipasang instrument ukur minimal Volt meter
dan Ampere meter.
·
Instrument indicator
harus disambung pada sirkit masuk sebelum saklar masuk.
·
Sambungan sirikit pada
PHB harus memakai sepatu kabel yang sesuai dengan jenis metalnya dan ukuran
penghantar serta harus dijepit/dipress pada penghantar, KHA terminal sepatu
kanel harus minimum sama dengan kemampuan sakelar dari sirikit yang
bersangkutan rangkaian.
·
Pemegang kabel harus
dapat memikul gaya berat, gaya tekan dan gaya tarik, sehingga gaya tersebut
tidak akan langsung dipikul oleh gawai listrik lain
